- December 25, 2025
- 1204 Views
- 6 minutes read
VILABS Gelar Uji Kelayakan Pengguna VR Retiva & Autiva Bersama Poltekkes Kemenkes Surakarta

Penyerahan perangkat VR Autiva dan Retiva kepada Poltekkes Surakarta (Dok. PT VILABS)
Surakarta — VILABS kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan teknologi kesehatan berbasis riset melalui pelaksanaan uji kelayakan pengguna (user feasibility testing) untuk dua produk rehabilitasi berbasis Virtual Reality (VR), yaitu VR Retiva dan VR Autiva, bersama Poltekkes Kemenkes Surakarta.
Kegiatan ini berlangsung pada 18 Desember 2025, bertempat di lingkungan Poltekkes Kemenkes Surakarta.
Uji coba ini menjadi bagian penting dari tahapan penelitian dan pengembangan produk, dengan fokus utama pada pengumpulan feedback pengguna, evaluasi fitur, serta kesiapan sistem untuk digunakan dalam konteks rehabilitasi klinis dan pendidikan kesehatan.
Kolaborasi VILABS dan Poltekkes Kemenkes Surakarta
Kegiatan uji kelayakan ini melibatkan langsung dosen dan tenaga pengajar dari Poltekkes Kemenkes Surakarta, di antaranya dr. Prasaja, S.Tr.Kes., M.Kes., Dr. Bambang Kuncoro, M.O.T., Iffah Nurhayati, S.Tr., M.K.M., serta rekan-rekan lainnya. Dari pihak VILABS, hadir Ambar Setyawan bersama tim, yang mendampingi jalannya pemaparan, demonstrasi, hingga sesi pengujian sistem.
Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara pengembang teknologi dan institusi pendidikan kesehatan, guna memastikan solusi yang dikembangkan tidak hanya inovatif secara teknologi, tetapi juga relevan dan aplikatif di lapangan.
Pemaparan Sistem dan Penyerahan Simbolis Perangkat VR
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan produk oleh tim VILABS, yang menjelaskan konsep, tujuan, serta alur penggunaan VR Retiva dan VR Autiva.
Pada kesempatan ini juga dilakukan penyerahan perangkat VR secara simbolis kepada pihak Poltekkes Kemenkes Surakarta sebagai bagian dari kerja sama pengujian dan penelitian lanjutan.
VR Retiva dikembangkan untuk mendukung rehabilitasi pasien stroke, dengan fokus pada latihan motorik dan keterlibatan pasien secara aktif. Sementara itu, VR Autiva dirancang sebagai media rehabilitasi dan stimulasi interaktif bagi pasien autisme, dengan pendekatan visual yang imersif dan terstruktur.
Proses Testing, Diskusi, dan Antusiasme Peserta
Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan testing langsung oleh beberapa anggota tim Poltekkes. Peserta mencoba menggunakan sistem VR, mengeksplorasi fitur, serta merasakan pengalaman sebagai pengguna. Suasana pengujian berlangsung lancar, interaktif, dan penuh antusiasme.
Sejumlah dosen menunjukkan ketertarikan untuk mencoba langsung permainan dan simulasi yang tersedia dalam sistem VR. Diskusi berlangsung aktif, membahas aspek kenyamanan penggunaan, alur terapi, serta potensi pengembangan fitur ke depan. Masukan dari pengguna ini menjadi bagian krusial dalam proses evaluasi dan penyempurnaan produk sebelum melangkah ke tahap penelitian efektivitas yang lebih luas.
Respon Positif dan Harapan Kebermanfaatan
Dalam wawancara singkat, Pak Bambang menyampaikan respon positif terhadap pengembangan VR Retiva dan VR Autiva.
“Alat ini sangat menarik dan potensial. Harapannya tentu bisa benar-benar bermanfaat bagi pasien autis dan stroke. Karena masih dalam rangka penelitian, ke depan perlu dilakukan uji efektivitas agar dampaknya bisa dibuktikan secara ilmiah dan dirasakan langsung oleh pasien,” ujarnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan pendekatan VILABS yang menempatkan validasi ilmiah dan manfaat klinis sebagai fondasi utama dalam pengembangan teknologi kesehatan.
Baca Juga: Masih Tahap Pengembangan, VR Cycling Rehab VILABS Sudah Diuji Langsung ke Pasien Stroke
Komitmen VILABS untuk Inovasi Rehabilitasi
Melalui kegiatan ini, VILABS menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi di bidang pendidikan kesehatan dan rehabilitasi berbasis teknologi VR, yang dikembangkan secara kolaboratif dan berbasis riset.
Ke depan, VILABS membuka peluang kerja sama dengan institusi pendidikan, fasilitas layanan kesehatan, peneliti, dan mitra industri, guna memperluas uji coba, penelitian efektivitas, serta implementasi teknologi rehabilitasi yang berdampak nyata bagi pasien.
VILABS percaya bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci dalam menghadirkan solusi kesehatan yang berkelanjutan, inklusif, dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan.