- December 18, 2025
- 1167 Views
- 6 minutes read
Masih Tahap Pengembangan, VR Cycling Rehab VILABS Sudah Diuji Langsung ke Pasien Stroke

VILABS dan BRAINS UNY Uji VR Cycling Rehab untuk Pasien Stroke (Dok. PT VILABS)
PT VILABS Teknologi Indonesia terus mendorong inovasi di bidang teknologi kesehatan. Salah satunya melalui pengembangan VR Cycling Rehab, solusi rehabilitasi berbasis virtual reality untuk pasien stroke. Bersama Research Group BRAINS Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), VILABS melakukan beta testing kepada dua pasien stroke di Imogiri, Bantul.
Uji coba ini dilakukan langsung di rumah pasien, yaitu Jumadi dan Sri Widodo. Tujuannya adalah untuk melihat respons pengguna secara nyata, sekaligus mengumpulkan data penelitian di lingkungan sehari-hari. Dengan pendekatan ini, tim dapat memastikan bahwa teknologi yang dikembangkan benar-benar nyaman, mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan pasien.
Selain itu, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Perkumpulan Masyarakat Peduli Penyandang Disabilitas Yogyakarta, yang selama ini aktif mendampingi penyandang disabilitas di wilayah tersebut.
VR Cycling Rehab: Teknologi Rehabilitasi Stroke Berbasis Virtual Reality
VR Cycling Rehab merupakan sistem rehabilitasi yang menggabungkan latihan tangan dan kaki dengan teknologi virtual reality. Selama uji coba berlangsung, seluruh fitur utama diuji secara menyeluruh. Fitur tersebut meliputi simulasi bersepeda, gamifikasi, pelacakan gerak, sensor EMG, serta visual feedback secara real-time.
Pertama, latihan dimulai dengan aktivitas ringan untuk membangun rasa nyaman. Selanjutnya, pasien melakukan latihan tangan dan kaki menggunakan pedal sepeda yang terhubung dengan sensor RPM. Setiap gerakan pasien langsung diterjemahkan ke dalam lingkungan virtual, sehingga latihan terasa lebih interaktif.
Agar tidak membebani pasien, elemen permainan dirancang sebagai pemicu motivasi, bukan tekanan. Selain itu, sistem juga menyediakan fase istirahat aktif dan menampilkan ringkasan hasil latihan, termasuk visual sederhana dari aktivitas otot yang terdeteksi sensor EMG.
Respons Positif Pasien terhadap VR Cycling Rehab
Selama uji coba yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 13.00 WIB, tim melakukan evaluasi menyeluruh. Aspek yang dinilai meliputi kenyamanan penggunaan, motivasi pasien, tampilan visual, respons sensor, serta penerimaan teknologi secara umum.
Hasilnya menunjukkan respons yang sangat positif. Pasien terlihat antusias dan nyaman selama sesi latihan. Bahkan, salah satu pasien memberikan penilaian maksimal karena merasa latihan menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Sementara itu, pasien lainnya menyampaikan keinginan untuk kembali menggunakan alat ini di kemudian hari.

“Alat ini bikin latihan terasa beda. Biasanya capek dan bosan, tapi ini malah jadi semangat karena seperti sedang benar-benar bersepeda,” ujar salah satu pasien.
Pendamping pasien juga menyampaikan kesan serupa. Menurutnya, teknologi ini membantu meningkatkan semangat pasien dalam menjalani rehabilitasi, yang sering kali menjadi tantangan pasca stroke.
“Saya melihat pasien yang menggunakan VR Cycling Rehab benar-benar menikmati latihannya. Beliau terlihat senang dan terus ingin melanjutkan, seolah tidak ingin berhenti,” tutur pendamping pasien.
Kolaborasi VILABS dan UNY dalam Inovasi Teknologi Kesehatan
Dalam kegiatan ini, tim BRAINS FT UNY berperan sebagai peneliti dan pendamping teknis. Kegiatan melibatkan dosen dan mahasiswa, di antaranya Pak Fathcul, Pak Herjuna, serta Rizky dari program magister. Di sisi lain, VILABS bertindak sebagai pengembang utama sekaligus mitra industri, dengan kehadiran langsung CEO VILABS, Ambar Setyawan, bersama tim.
Kolaborasi antara industri, akademisi, dan komunitas ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan teknologi rehabilitasi stroke yang berdampak nyata. Ke depan, data dan masukan dari uji coba ini akan digunakan untuk menyempurnakan VR Cycling Rehab ke tahap pengembangan berikutnya.

Uji Coba Langsung dengan Pasien Kedua (Dok. PT VILABS)