- January 23, 2026
- 1414 Views
- 5 minutes read
VR Bantu Lansia Lawan Sarcopenia

Simulasi Integrasi Teknologi untuk Terapi Pasien Stroke (Dok PT VILABS)
PT VILABS percaya bahwa teknologi bukan hanya milik generasi muda, tetapi juga jembatan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Keyakinan ini semakin kuat setelah munculnya hasil penelitian terbaru dari Thammasat University, Thailand. Penelitian ini membuktikan bahwa latihan dengan VR dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kebugaran jantung-paru dan kekuatan otot pada lansia.
Bukti dari Penelitian Terbaru
Penelitian berjudul “Home-Based Virtual Reality Exercise and Resistance Training for Enhanced Cardiorespiratory Fitness in Older People with Sarcopenia”. Temuan ini dipublikasikan oleh jurnal ilmiah Life (MDPI) tahun 2025 melibatkan 53 peserta lansia berusia 60–80 tahun yang terdiagnosis sarcopenia. Penelitian berfokus pada kondisi penurunan massa dan kekuatan otot akibat penuaan.
Para peserta dibagi menjadi kelompok yang menjalani latihan VR di rumah selama 12 minggu, dan satu kelompok kontrol yang hanya mendapatkan edukasi umum tentang pentingnya olahraga.
Latihan VR ini dirancang menyerupai aktivitas fisik nyata. Aktivitas itu didukung dengan perangkat interaktif seperti dance mat nirkabel, sensor detak jantung Polar OH1, dan layar untuk panduan visual. Setiap sesi berdurasi 60 menit, mencakup pemanasan, latihan aerobik, latihan beban ringan, dan pendinginan.
Hasil Membuktikan
Setelah 12 minggu, hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok yang melakukan latihan VR di rumah. Hal itu dibuktikan dengan:
- Kekuatan otot inspirasi meningkat 12,96 cmH₂O;
- Kekuatan otot ekspirasi meningkat 13,73 cmH₂O;
- Kemampuan berjalan (6-Minute Walk Test) bertambah 28,32 meter.
Sementara itu, kelompok kontrol justru mengalami penurunan daya tahan dan kekuatan pernapasan. Temuan ini menegaskan bahwa latihan berbasis VR bukan hanya aman dan menyenangkan, tetapi juga benar-benar efektif meningkatkan kebugaran lansia dengan sarcopenia.
Baca Juga: VILABS Gelar Uji Kelayakan Pengguna VR Retiva & Autiva Bersama Poltekkes Kemenkes Surakarta
Teknologi Tidak Hanya untuk Anak Muda
VILABS melihat penelitian ini bukan sekadar hasil akademik, tetapi sebuah validasi ilmiah terhadap pengembangan rehabilitasi digital berbasis imersi dan interaktivitas.
Selama beberapa tahun terakhir, tim kami telah berfokus pada pengembangan teknologi digital reality untuk terapi rehabilitasi medis. Teknologi tersebut mulai dari pengembangan Virtual Reality (VR) maupun Mixed Reality (MR) yang memberikan dampak nyata bagi pengguna.
Hasil studi ini menunjukkan bahwa VR dapat menjadi alat revolusioner dalam menjaga kesehatan lansia. Tentunya bagi mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas atau kesulitan mengakses fasilitas kebugaran konvensional.
Dengan sistem pelatihan yang imersif, lansia bisa berolahraga dengan tetap termotivasi karena suasana latihan terasa nyata dan interaktif. Pendekatan ini juga memungkinkan pemantauan jarak jauh (remote monitoring) oleh tenaga kesehatan, sehingga keamanan tetap terjamin.
Hilirisasi Riset Menuju Solusi Nyata
Teknologi seperti ini berpotensi menjadi bagian penting dari digital health ecosystem di Indonesia yang menggabungkan inovasi, empati, dan aksesibilitas.
Kami percaya bahwa masa depan rehabilitasi dan kebugaran lansia akan bergeser menuju pengalaman berbasis teknologi imersif. VR bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga alat terapi yang efektif, terukur, dan humanis. Melalui berbagai proyek riset dan kolaborasi yang sedang kami jalankan, VILABS berkomitmen untuk menjadikan teknologi sebagai alat yang membantu manusia. Hubungi kami jika Anda ingin berdiskusi lebih lanjut mengenai topik ini.