VILABS

VR Guided Breathing Training untuk Rehabilitasi Pasien PPOK

Pasien menjalani latihan pernapasan dengan VR dalam sesi rehabilitasi PPOK yang interaktif dan imersif.

PT Vilabs Teknologi Indonesia percaya bahwa teknologi digital dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit kronis, termasuk gangguan pernapasan.

Salah satu penyakit pernapasan kronis yang memiliki dampak besar terhadap kualitas hidup adalah Chronic Obstructive Pulmonary Disease (PPOK). Penyakit ini menyebabkan keterbatasan aliran udara yang membuat pasien mudah lelah, sesak napas, dan mengalami penurunan kapasitas aktivitas sehari-hari.

Rehabilitasi paru melalui latihan pernapasan merupakan salah satu terapi penting untuk membantu meningkatkan kapasitas fungsional pasien. Namun dalam praktiknya, latihan pernapasan konvensional sering dianggap monoton sehingga kepatuhan pasien terhadap program latihan masih rendah.

Pendekatan Living Lab dalam Pengembangan Teknologi Rehabilitasi

Untuk menjawab tantangan tersebut, pendekatan Living Lab digunakan dalam pengembangan teknologi VR Guided Breathing Training.

Living Lab merupakan ekosistem kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam proses inovasi, termasuk pasien, dokter, terapis rehabilitasi, peneliti teknologi, serta mitra industri teknologi VR.

Dalam sistem ini, teknologi yang dikembangkan mencakup:

  • headset VR untuk simulasi latihan pernapasan interaktif
  • sensor wearable untuk memantau SpO₂, heart rate, dan respiratory rate
  • modul kecerdasan buatan untuk personalisasi latihan
  • dashboard klinis untuk monitoring data pasien secara real-time

Pendekatan ini memungkinkan latihan pernapasan menjadi lebih interaktif sekaligus memberikan biofeedback fisiologis kepada pasien selama latihan berlangsung.

Potensi Peningkatan Kapasitas Fungsional Pasien

Pendekatan VR Guided Breathing Training diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan pasien terhadap program rehabilitasi paru.

Beberapa indikator hasil yang ditargetkan dalam implementasi sistem ini antara lain:

  1. peningkatan jarak berjalan pada tes 6-Minute Walk Test (6MWT) minimal 30 meter
  2. peningkatan kepatuhan latihan hingga lebih dari 80 persen
  3. pemantauan fisiologis pasien secara real-time melalui sensor wearable
  4. evaluasi progres rehabilitasi berbasis data klinis

Hasil tersebut diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kapasitas fungsional pasien PPOK.

Rehabilitasi Paru yang Lebih Interaktif dan Personal

Pendekatan VR dalam rehabilitasi paru tidak hanya menghadirkan teknologi baru, tetapi juga mengubah pengalaman terapi pasien.

Lingkungan virtual yang imersif membuat latihan pernapasan terasa lebih menarik dan tidak monoton. Sementara itu, sistem biofeedback membantu pasien memahami kondisi tubuhnya selama latihan.

Bagi tenaga kesehatan, dashboard klinis memungkinkan pemantauan kondisi pasien secara lebih objektif dan berbasis data.

Dengan demikian, teknologi ini berpotensi meningkatkan kualitas rehabilitasi paru sekaligus memperkuat hubungan antara pasien dan tenaga kesehatan dalam proses terapi.

Masa Depan Rehabilitasi Paru Berbasis Teknologi

Integrasi VR, sensor wearable, dan kecerdasan buatan membuka peluang besar bagi transformasi layanan rehabilitasi paru di masa depan.

Pendekatan ini dapat menjadi bagian penting dari ekosistem digital health yang memungkinkan layanan rehabilitasi menjadi lebih personal, terukur, dan mudah diakses oleh pasien.

Kami membuka peluang kolaborasi dengan rumah sakit, universitas, dan institusi riset untuk mengembangkan solusi rehabilitasi berbasis teknologi imersif yang lebih luas di Indonesia.