Perusahaan Virtual Reality Indonesia | Jasa VR, AR & AI – VILABS

VILABS dan Poltekkes Yogyakarta Bahas Konsep VR Multiplayer Kegawatdaruratan

Pengembangan Konsep VR Multiplayer PKKB (Dok. PT VILABS)

Yogyakarta, PT Vilabs Teknologi Indonesia bersama dosen mata kuliah PKKB dari Poltekkes Kemenkes Yogyakarta membahas pengembangan VR Multiplayer untuk simulasi kegawatdaruratan melalui pertemuan Design Thinking. Kolaborasi ini bertujuan merancang pengalaman pembelajaran digital yang interaktif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan tenaga kesehatan.

Teknologi Virtual Reality (VR) memungkinkan peserta berlatih dalam lingkungan virtual yang menyerupai kondisi nyata. Dengan demikian, mahasiswa dapat mempelajari prosedur klinis, komunikasi tim, dan pengambilan keputusan melalui simulasi yang terstruktur.

Pertemuan ini dihadiri oleh:

  • Dr. Sugeng Jitowiyono, S.Kep., Ns., M.Sc.

  • Yuliasti Eka Purnamaningrum, SST, MPH.

  • Tim dosen pengampu mata kuliah PKKB Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Melalui diskusi tersebut, kedua pihak membahas kebutuhan pembelajaran, rancangan skenario, serta peluang penerapan teknologi VR dalam simulasi penanganan kegawatdaruratan dan bencana.

Memahami Kebutuhan Pembelajaran melalui Design Thinking

Pengembangan teknologi pendidikan tidak hanya berfokus pada kecanggihan fitur. Sebaliknya, teknologi perlu menjawab kebutuhan pengguna dan mendukung tujuan pembelajaran.

Oleh karena itu, PT VILABS dan tim dosen Poltekkes Kemenkes Yogyakarta menggunakan pendekatan Design Thinking untuk membahas rancangan VR Multiplayer PKKB.

Dalam pertemuan ini, diskusi mencakup alur penanganan pasien, pembagian peran tenaga kesehatan, dan komunikasi antaranggota tim. Selain itu, peserta membahas pemeriksaan kondisi pasien, proses triase, pencatatan hasil pemeriksaan, serta pengambilan keputusan.

Melalui pendekatan tersebut, pengembangan VR diarahkan agar tidak hanya menampilkan lingkungan tiga dimensi. Teknologi ini juga dirancang untuk mendukung interaksi dan memberikan pengalaman belajar berbasis simulasi.

VR Multiplayer untuk Simulasi Triase Bencana

Salah satu fokus pembahasan adalah penerapan konsep triase bencana dalam simulasi VR. Triase merupakan proses menentukan prioritas penanganan korban berdasarkan kondisi dan tingkat kegawatannya.

Dalam rancangan skenario ini, peserta dapat mempelajari empat kategori triase, yaitu merah, kuning, hijau, dan hitam. Setiap kategori menggambarkan kondisi korban yang membutuhkan pendekatan penanganan berbeda.

Selanjutnya, skenario simulasi dapat mencakup pemeriksaan awal, pemberian pertolongan sesuai prosedur, dan penyampaian informasi kepada anggota tim. Peserta juga dapat berlatih melakukan penilaian ulang atau reassessment sesuai perkembangan kondisi pasien.

Selain itu, simulasi multiplayer membuka peluang bagi beberapa peserta untuk menjalankan peran berbeda dalam satu lingkungan virtual. Dengan cara ini, mahasiswa dapat mempelajari koordinasi, komunikasi, dan pengambilan keputusan secara kolaboratif.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu peserta memahami alur penanganan kegawatdaruratan secara lebih menyeluruh, bukan sekadar menghafal prosedur.

Kolaborasi Teknologi VR dan Keilmuan Kesehatan

Keberhasilan pengembangan simulasi digital memerlukan kolaborasi antara penguasaan teknologi dan pemahaman bidang kesehatan. Karena itu, keterlibatan tenaga pendidik menjadi bagian penting dalam proses perancangan VR Multiplayer PKKB.

Para dosen Poltekkes Kemenkes Yogyakarta memberikan perspektif akademik terkait kebutuhan pembelajaran, prosedur klinis, skenario simulasi, dan kompetensi yang perlu dilatih.

Sementara itu, tim PT VILABS membahas penerjemahan kebutuhan tersebut ke dalam rancangan teknologi. Aspek yang dibicarakan meliputi lingkungan virtual, interaksi multiplayer, karakter non-pemain (non-player character atau NPC), sistem instruksi, interaksi objek, dan mekanisme umpan balik.

Dengan menggabungkan kedua perspektif tersebut, rancangan simulasi diharapkan memiliki tujuan pembelajaran yang jelas. Selain itu, setiap fitur dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna dan alur skenario yang dirancang.

Potensi Virtual Reality dalam Pendidikan Tenaga Kesehatan

Pemanfaatan Virtual Reality dalam pendidikan kesehatan membuka peluang untuk menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman. Melalui lingkungan virtual, peserta dapat mempelajari situasi klinis dan melatih koordinasi tim tanpa harus langsung berada di lokasi bencana yang sebenarnya.

Selain itu, skenario digital dapat dirancang untuk menghadirkan beragam kondisi pasien dan tantangan pengambilan keputusan. Pendekatan ini juga memungkinkan pengembangan latihan yang lebih fleksibel sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.

Meski demikian, efektivitas simulasi tetap bergantung pada kualitas skenario, kesesuaian prosedur, serta evaluasi terhadap hasil belajar peserta. Oleh sebab itu, masukan dari tenaga pendidik dan ahli kesehatan diperlukan dalam proses pengembangan.

Mendorong Inovasi Digital Reality melalui Kolaborasi

Pertemuan Design Thinking antara PT Vilabs Teknologi Indonesia dan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta menjadi bagian dari proses perancangan VR Multiplayer PKKB. Diskusi ini mempertemukan kebutuhan pendidikan kesehatan dengan peluang penerapan teknologi Digital Reality.

Ke depannya, kolaborasi antara pengembang teknologi dan institusi pendidikan dapat membuka peluang untuk menghadirkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual. Pengembangan tersebut juga memerlukan evaluasi berkelanjutan agar teknologi tetap sesuai dengan kebutuhan akademik dan praktik kesehatan.

Melalui inisiatif ini, PT VILABS terus mengeksplorasi pemanfaatan teknologi VR untuk mendukung inovasi pembelajaran digital. Kolaborasi lintas disiplin diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menghubungkan perkembangan teknologi dengan kebutuhan nyata dunia pendidikan dan kesehatan.