VILABS

Mixed Reality Buka Jalan Baru Pembelajaran Anatomi Jantung Lebih Interaktif dan Realistis

Pembelajaran Anatomi Jantung dengan Menggunakan Mixed Reality (Dokumentasi PT VILABS)

Practice makes better!

Jantung merupakan salah satu organ paling krusial bagi kelangsungan hidup manusia. Namun, bagi seorang calon dokter, memahami anatomi jantung bukan hal yang mudah. Terutama jika proses belajarnya hanya mengandalkan gambar dua dimensi di buku teks. Padahal, pemahaman yang mendalam tentang struktur dan fungsi jantung sangat penting dalam menentukan diagnosis serta tindakan medis yang tepat.

Dengan adanya teknologi seperti Digital Reality, pembelajaran anatomi jantung tidak lagi terbatas pada imajinasi di kepala. Teknologi ini memadukan dunia nyata dengan elemen virtual interaktif. Hal itu tentunya akan membantu mahasiswa kedokteran memahami struktur jantung yang kompleks dengan cara yang lebih menarik dan mudah dicerna.

Urgensi inovasi ini muncul karena jantung memiliki anatomi yang rumit dan sulit dipahami hanya lewat gambar dua dimensi. Dengan Mixed Reality (MR), mahasiswa dapat melihat bentuk jantung dari berbagai sudut. Terlebih, bahkan mahasiswa berinteraksi langsung dengan model tiga dimensi (3D) secara real-time. Oleh karena itu, diperlukan sebuah inovasi yang dapat mempermudah proses pembelajaran, tanpa menimbulkan risiko yang berarti. 

Penelitian di Italia

Penelitian kolaborasi di Milan, Italia, menunjukkan bahwa penggunaan teknologi hologram dan MR mampu meningkatkan pemahaman anatomi mahasiswa kedokteran secara signifikan. Riset ini dilakukan oleh University of Milano-Bicocca, Vita-Salute San Raffaele University, dan rumah sakit riset IRCCS Policlinico San Donato. 

Dalam studi tersebut, sebanyak 59 mahasiswa kedokteran tahun ketiga dibagi ke dalam tiga kelompok pembelajaran. Pembagian tersebut ditujukan untuk menguji efektivitas berbagai metode, yakni:

1. Kelompok RS (Regular Slideware): belajar menggunakan slide dua dimensi konvensional.
2. Kelompok HV (Holographic Videos):  melalui video yang menampilkan model jantung holografik dalam bentuk 2D.
3. Kelompok MR (Mixed Reality): menggunakan perangkat Microsoft HoloLens untuk berinteraksi langsung dengan model jantung tiga dimensi (3D) secara imersif.

Dengan menggunakan Microsoft HoloLens, mahasiswa dapat melihat struktur jantung secara lebih mendalam. Di sisi lain, penggunaan MR juga membantu memahami hubungan spasial antarbagian, hingga menganalisis prosedur medis, seperti tindakan transkateter.

Hasil studi menunjukkan bahwa mahasiswa yang belajar menggunakan hologram dan MR memperoleh pemahaman yang lebih baik dibanding dengan media konvensional. Selain itu, sebagian besar peserta juga mengaku merasa lebih termotivasi dan menikmati proses pembelajaran. Hasil positif ini didapat karena mereka merasa bahwa pembelajaran yang dilakukan terasa lebih interaktif dan menyenangkan.

Proses Pembelajaran Menjadi Lebih Menyenangkan

Dalam publikasinya di Journal of Medical Systems (2023), tim peneliti menyebutkan bahwa mahasiswa yang menggunakan teknologi MR menunjukkan tingkat pemahaman dan kepuasan yang lebih tinggi selama proses pembelajaran.

Holographic models helped them better understand the spatial position of the defect and its relationship with surrounding structures, including the risk of pulmonary vein compression by the stents,” tulis tim peneliti yang dipimpin oleh Federico Cabitza dari University of Milano-Bicocca.

VILABS Hadirkan Teknologi Tersebut di Indonesia

Studi ini memperlihatkan bahwa teknologi, edukasi, dan visualisasi 3D dapat membuka peluang baru dalam dunia pembelajaran medis. Melalui MR dan model jantung holografik, mahasiswa tidak hanya “melihat”, tetapi juga benar-benar mengetahui bagaimana jantung bekerja secara nyata.

Oleh karena itu, VILABS mengembangkan teknologi Digital Reality yang serupa di Indonesia untuk mendukung pembelajaran anatomi dan pelatihan medis. Inovasi ini memungkinkan mahasiswa kedokteran dan tenaga kesehatan berlatih secara imersif tanpa harus bergantung pada model fisik atau kadaver.

Dengan menggunakan MR, VILABS menghadirkan pengalaman belajar yang lebih realistis dan interaktif. Inovasi tersebut mampu memvisualisasikan organ tubuh secara lebih detail. Selain itu, juga mampu untuk mensimulasikan prosedur medis dalam lingkungan virtual yang aman dan terkendali.

Inisiatif ini mendukung visi VILABS mempercepat transformasi digital kesehatan melalui riset dan inovasi Digital Reality. Teknologi ini diharapkan digunakan di fakultas kedokteran, pelatihan tenaga medis, dan rehabilitasi pasien di rumah sakit.

Setiap kemajuan teknologi lahir dari kolaborasi dan semangat berbagi pengetahuan. Jika Anda memiliki ide, penelitian, atau ketertarikan di bidang serupa, mari berdiskusi dan berkolaborasi bersama untuk menciptakan inovasi yang lebih berdampak.