- February 6, 2026
- 1245 Views
- 7 minutes read
Ketika Teknologi Membantu Pasien Gigi Lebih Tenang

Simulasi Sistem HypnoDent VR dan EEG dalam Layanan Kedokteran Gigi
Kecemasan terhadap perawatan gigi (dental anxiety) masih menjadi tantangan besar dalam praktik kedokteran gigi modern. Rasa takut berlebihan, stres, dan ketegangan sering membuat pasien menunda bahkan menghindari perawatan, yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan. Bagi tenaga medis, kondisi ini turut memengaruhi kelancaran tindakan klinis, durasi perawatan, hingga kualitas interaksi dengan pasien.
Di tengah tantangan tersebut, pendekatan non-farmakologis semakin mendapat perhatian karena dinilai lebih aman, minim efek samping, dan dapat diterapkan pada berbagai kelompok pasien. Salah satu pendekatan yang berkembang adalah hipnosis kedokteran gigi, yang terbukti membantu menurunkan kecemasan dan meningkatkan kooperativitas pasien selama perawatan.
Dari Hipnosis Konvensional ke Pendekatan Berbasis Teknologi
Berangkat dari pengalaman klinis dan riset lebih dari dua dekade, Tim Hipnosis Universitas Padjadjaran mengembangkan metode HypnoDent, yaitu pendekatan hipnosis kedokteran gigi berbasis komunikasi hipnodontik terstruktur dan bukti ilmiah. Keunggulan utama HypnoDent terletak pada upaya mengukur kondisi relaksasi pasien secara objektif, tidak hanya berdasarkan persepsi subjektif.
Seiring perkembangan teknologi kesehatan digital, pendekatan ini diintegrasikan dengan Virtual Reality (VR) dan Electroencephalography (EEG). VR menghadirkan lingkungan visual imersif yang membantu pasien lebih mudah memasuki kondisi relaksasi, sedangkan EEG berfungsi sebagai biofeedback untuk memantau aktivitas gelombang otak secara real time. Integrasi ini melahirkan sistem HypnoDent VR dan EEG, yang dirancang untuk mendukung manajemen kecemasan pasien gigi secara lebih terukur, konsisten, dan dapat distandarisasi.
Ketika VR Tidak Sekadar Menjadi Distraksi
Dalam banyak aplikasi kesehatan, VR sering digunakan sebagai alat distraksi visual. Namun, pada HypnoDent VR dan EEG, peran VR melampaui fungsi tersebut. Lingkungan virtual dirancang secara khusus untuk mendukung proses hipnosis terstruktur, sehingga pasien tidak hanya teralihkan perhatiannya, tetapi benar-benar dibantu mencapai kondisi mental yang lebih tenang dan stabil.
Pendekatan ini memungkinkan pasien tetap sadar dan kooperatif selama tindakan klinis, namun berada dalam kondisi psikologis yang lebih siap. Bagi praktik kedokteran gigi, hal ini menjadi nilai tambah penting dalam menciptakan pengalaman perawatan yang lebih nyaman dan humanis.
EEG sebagai Bukti Objektif Relaksasi Pasien
Salah satu tantangan utama dalam penerapan hipnosis klinis adalah pengukuran efektivitas secara objektif. Melalui integrasi EEG, sistem HypnoDent VR dan EEG menghadirkan pendekatan berbasis neurosains untuk menjawab tantangan tersebut.
Hasil riset menunjukkan perubahan signifikan pada aktivitas gelombang otak pasien, berupa peningkatan gelombang alfa dan theta yang berkaitan dengan relaksasi serta fokus internal, disertai penurunan gelombang beta yang identik dengan stres dan kecemasan. Temuan ini memperkuat bahwa kondisi relaksasi yang dicapai pasien tidak hanya bersifat subjektif, tetapi juga tercermin secara neurofisiologis.
Pendekatan berbasis data ini membuka peluang bagi layanan kesehatan gigi yang lebih terukur, transparan, dan berbasis bukti ilmiah.
Menuju Layanan Tele-Dentistry yang Lebih Adaptif
Pengembangan HypnoDent VR dan EEG juga diarahkan untuk mendukung layanan tele-dentistry, sejalan dengan transformasi layanan kesehatan di era digital. Sistem ini dirancang agar dapat dioperasionalkan secara fleksibel, mudah direplikasi, dan tidak sepenuhnya bergantung pada keterampilan individual praktisi.
Melalui validasi klinis dan penyusunan standar operasional, HypnoDent VR dan EEG ditargetkan menjadi solusi manajemen kecemasan pasien gigi yang siap diadopsi oleh klinik dan rumah sakit. Pendekatan ini diharapkan meningkatkan efisiensi layanan, memperbaiki pengalaman pasien, serta menjadi diferensiasi layanan berbasis teknologi inovatif.
Komitmen VILABS dalam Hilirisasi Riset Kesehatan
PT VILABS berkomitmen menjembatani hasil riset dengan kebutuhan implementasi di lapangan. Melalui pengembangan dan hilirisasi teknologi kesehatan berbasis riset, VILABS memandang Virtual Reality dan neurosains bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi sarana menghadirkan layanan kesehatan yang lebih empatik, adaptif, dan berpusat pada pasien.
Kolaborasi antara peneliti, klinisi, dan pengembang teknologi menjadi kunci untuk menciptakan solusi yang tidak hanya canggih, tetapi juga relevan dan berkelanjutan. VILABS membuka peluang diskusi dan kolaborasi dalam pengembangan teknologi kesehatan digital berbasis riset.