- March 26, 2026
- 1379 Views
- 5 minutes read
Living Lab VR untuk Inovasi Rehabilitasi Pasien PPOK

Pasien menggunakan VR sebagai bagian dari inovasi rehabilitasi PPOK berbasis Living Lab yang interaktif dan adaptif.
Pengembangan teknologi kesehatan sering menghadapi tantangan besar ketika diterapkan di dunia nyata. Banyak inovasi digital yang berhasil dikembangkan di laboratorium, namun sulit diadopsi dalam layanan kesehatan karena kurang mempertimbangkan kebutuhan pengguna dan kondisi klinis yang sebenarnya.
Melalui pendekatan Living Lab, inovasi teknologi kesehatan dapat dikembangkan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak sejak tahap awal, termasuk pasien, tenaga kesehatan, peneliti, dan penyedia teknologi.
Pendekatan ini menjadi penting dalam pengembangan teknologi rehabilitasi untuk pasien PPOK yang membutuhkan solusi terapi yang tidak hanya efektif secara klinis tetapi juga mudah digunakan oleh pasien.
Kolaborasi Multidisiplin dalam Inovasi Kesehatan
Model Living Lab dalam pengembangan VR Guided Breathing Training melibatkan berbagai aktor utama dalam satu ekosistem inovasi.
Beberapa pihak yang terlibat antara lain:
- pasien PPOK sebagai pengguna utama sekaligus co-creator
- dokter spesialis paru dan rehabilitasi medik sebagai investigator klinis
- fisioterapis sebagai fasilitator latihan
- peneliti teknologi informasi sebagai pengembang sistem
- perusahaan teknologi VR sebagai penyedia platform
- rumah sakit sebagai lokasi uji klinis dan implementasi layanan
Melalui proses kolaboratif ini, pengembangan teknologi dilakukan secara iteratif melalui tahapan co-design, pengembangan prototipe, uji coba klinis, dan evaluasi berkelanjutan.
Teknologi yang Lebih Siap Diadopsi dalam Layanan Kesehatan
Pendekatan Living Lab memungkinkan teknologi yang dikembangkan lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna dan kondisi layanan kesehatan nyata.
Beberapa dampak yang diharapkan dari implementasi sistem ini antara lain:
- peningkatan kepatuhan pasien terhadap program rehabilitasi
- pemantauan kondisi pasien berbasis data fisiologis
- pengambilan keputusan klinis yang lebih objektif
- potensi integrasi teknologi VR dalam layanan rehabilitasi rumah sakit
Dengan demikian, teknologi yang dihasilkan tidak hanya inovatif tetapi juga lebih siap diimplementasikan dalam praktik klinis sehari-hari.
Living Lab sebagai Model Inovasi Kesehatan Masa Depan
Pendekatan Living Lab menunjukkan bahwa inovasi kesehatan tidak hanya bergantung pada teknologi canggih, tetapi juga pada kolaborasi antara berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem kesehatan.
Melalui model ini, teknologi seperti VR dapat dikembangkan secara lebih relevan dengan kebutuhan pasien dan tenaga kesehatan.
Pendekatan ini juga membuka peluang bagi integrasi teknologi digital lain seperti kecerdasan buatan dan sensor wearable untuk mendukung sistem rehabilitasi berbasis data.
Mendorong Ekosistem Digital Health di Indonesia
Living Lab menjadi salah satu pendekatan strategis untuk mempercepat hilirisasi riset teknologi kesehatan menjadi solusi nyata yang dapat digunakan oleh masyarakat.
Kami percaya bahwa kolaborasi antara institusi kesehatan, universitas, dan industri teknologi akan menjadi kunci dalam membangun ekosistem digital health yang inovatif dan berkelanjutan.
Jika Anda tertarik untuk mengeksplorasi pengembangan teknologi rehabilitasi berbasis VR melalui pendekatan Living Lab, kami membuka peluang diskusi dan kolaborasi lebih lanjut.